Tips Budidaya Udang Vaname Tanpa Pakan

udang vanameKini udang vaname memang sedang menjadi primadona di kalangan penambak udang seluruh Indonesia. Pasalnya meskipun ukuran tubuhnya terbilang sangat kecil dibandingkan dengan jenis variates udang lainnya. Namun udang vaname ini ternyata memiliki ketahanan tubuh yang kuat dari serangan hama penyakit. Bahkan perkembangannya pun terbilang cukup pesat dan cepat, sehingga mambuat para peternak lebih cepat pula menerima hasilnya.

Berkat hal tersebut, tak heran jikalau banyak penambak yang justru lebih tertarik membudidayakan udang vaname ini dibanding dengan jenis udang lainnya. Nah bagi Anda yang tertarik untuk budidaya udang vaname tanpa pakan ini, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum memulainya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel di bawah ini dengan seksama

Cara Budidaya Udang Vaname Tanpa Pakan

1. Pemilihan Benih

Untuk melancarkan program budidaya udang vaname ini haruslah diawali dengan pemilihan bibit udang vaname secara selektif dan teliti. Upaya ini dimaksudkan supaya nantinya udang vaname yang Anda budidayakan mampu berkembang dengan maksimal dan mencapai hasil panen yang sempurna.

Ada beberapa ciri-ciri benih udang vaname yang berkualitas unggul, diantaranya adalah memiliki bentuk tubuh yang mulus tanpa ada luka atau bekas luka sedikitpun. Selain itu benih udang vaname yang memiliki insang dengan tubuhnya yang transparan sehingga ususnya nampak jelas terlihat juga menjadi kriteria benih udang vaname yang berkualitas. Jangan lupa pilihlah benih udang yang memiliki ukuran yang seragam, guna memudahkan Anda untuk merawatnya.

2. Penebaran Benih

Jika benih udang vaname berkualitas sudah didapati, maka Anda bisa melakukan langkah budidaya udang vaname selanjutnya yaitu dengan menebar benih kedalam kolam yang telah disiapkan sebelumnya. Namun supaya benih udang vaname mampu beradaptasi dengan suhu dan air kolam, maka lakukanlah proses aklamasi terlebih dahulu selama 30 hingga 60 menit lamanya.

Setelah itu barulah proses penebaran benih udang vaname dimulai. Berbeda dengan udang pada umumnya yang cenderung melakukan penyebaran bibit di pagi hari. Justru untuk variates jenis udang ini sebaiknya proses penyebaran benih di lakukan pada siang hari saat matahari sedang mencapai puncaknya.

3. Perawatan Udang Vaname

Supaya budidaya udang vaname yang Anda galakkan berhasil, maka imbangi dengan perawatan secara intensif hingga mencapai masa panen. Tak perlu perawatan khusus, pasalnya Anda cukup membiarkan benih udang vaname selama 7 hari lamanya setelah proses penyebaran benih selesai. Nantinya benih-benih ini akan secara alami memakan plankton dan hewan-hewan air lainnya yang berukuran kecil di dalam kolam.

Nah setelah usia udang vaname menginjak satu pekan, Anda bisa memberinya asupan makanan lain berupa pellet. Pastikan makanan tambahan ini memiliki komposisi protein yang tinggi guna mendukung pertumbuhan serta perkembangan udang vaname.

Biasanya kadar protein pakan udang vaname yang baik mengandung komposisi protein seberat 30% dari kadar pakan yang diberikan. Nah proses pemberian pakan ini bisa Anda lakukan 3 hingga 4 kali dalam satu hari hingga memasuki masa panen tiba.

Bagaimana mudah sekali bukan budidaya udang vaname tanpa pelet tersebut diatas? Nah itulah tadi ulasan mengenai tata cara berternak udang vaname yang baik dan benar guna mencapai hasil panen yang maksimal. Semoga ulasan ini mampu memberikan gambaran serta ilmu pengetahuan baru terkait proses pembudidayaan udang vaname. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *