Organisme Uniseluler dan Jenisnya

organisme uniseluler
amoeba

Organisme uniseluler digolongkan makhluk hidup karena memiliki proses kehidupan meskipun hanya terdiri dari satu sel. Organisme ini merupakan obyek penelitian bagi para ilmuwan. Misalnya amoeba, yang dapat ditemukan dengan mudah dilaboratorium dan sering digunakan untuk menyelidiki struktur dan fungsi sel. Meskipun hanya memiliki satu sel, tetapi kemampuan amoeba sangat luar biasa.

Amoeba

Amoeba dapat bergerak dengan cara mengubah bentuk dan menjulurkan tentakel. Proses ini terjadi karena semua sitoplasma sel mengalirkan ke satu arah pada saat yang sama. Kalian dapat melihat gerakan sitoplasma yang  mengalis tersebut dengan mikroskop cahaya. AMoeba akan menjulurkan tentakel seiring bergeraknya sitoplasma. Tentakel tersebut akan membesar karena sitoplasma bergerak ke arahnya. Hal inilah yang menyebabkan amoeba bergerak.

Kehidupan Amoeba

Amoeba adalah organisme uniseluler yang peka karena dapat bergerak ke arah makanan dan menghndari bahaya. Para ahli berpikir bahwa amoeba bergerak dengan cara mendeteksi perubahan konsentrasi bahan kimia di air tempat mereka tinggal.

Amoeba mendapatkan oksigen dan makanan melalui proses difusi. AMoeba harus memiliki permukaan sel yang lebih luas dibandingkan volumenya agar dapat mendapatkan cukup makanan dan oksigen. Amoeba akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu sebelum akhirnya membelah diri. Jika pertumbuhan amoeba terlalu cepat padahal permukaan selnya lebih kecil dari volumenya, amoeba akan kelaparan.

Amoeba bergerak ke arah makanan dan menelanza. Zat kimia, yang disebut enzim dikeluarkan untuk membantu memecah makanan menjadi bagian bagian kecil yang kemudian diserap amoeba melalui proses difusi dan digunakan untuk proses respirasi.

Amoeba memiliki cara khusus untuk mengeluarkan kotoran dan kelebihan air dari tubuhnya. AMoeba adalah organisme air sehingga selalu ada air yang masuk ke dalam selnya. Agar tidak meledak, amoeba memiliki organ khusus yang disebut vakuola kontrakti. Saat air masuk ke dalam sel organise uniseluler ini, vakuola akan terisi oleh air dan mulai bergerak ke permukaan sel. Ketika vakuola mencapai permukaan sel, amoeba akan terbuka dan mengeluarkan air dari dalam sel. Produk kotoran pun dikeluarkan dari sel secara difusi.

Terbentuknya Organisme Baru

Amoeba berkembang biak dengan cara membelah diri menjadi dua sel yang sama. Ketika membesar, sel amoeba akan membelah menjadi dua dan disebut sel saudara. Proses ini disebut pembelahan biner dan tergolong reproduksi aseksual.

Bakteri

Bakteri
Bakteri

Bakteri terdapat di sekitar kita dari dalam tubuh hingga tanah di hutan. Mencuci tangan dan menjaga kebersihan rumah akan mencegah penyebaran bakteri. Bakteri biasanya berkelompok dan saling menempel satu sama lain. Kelompok ini disebut biofilm dan dapat ditemuka di sekitar kita, mulai dari lubang bak cuci hingga plak gigi.

Bakteri berada di dalam tumbuh sepanjang waktu. Ada yang berbahaya, ada pula yang menguntungkan karena membantu proses pencernaan makanan. Terkadang, infeksi bakteri menyebabkan kalian sakit. Keracunan makanan, tetanus da tuberkolosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Meskipun berbahaya, bakteri juga berperan dalam ekosistem. Bakteri dapat menguraikan sampah menjadi zat yang menyuburkan tanah. Bakteri juga dapat digunakan untuk membuat antibiotik (obat bakteri berbahaya) dan merupakan komonen penting untuk memproduksi makanan.

Bakteri memiliki banyak bentuk dan berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop berkemampuan tinggi. Di dalam struktur bakteri tidak memiliki inti, tetapi mengandung rangkaian DNA yang merupakan informasi genetika sel. Pada sel lain, DNA juga ditemukan di dalam inti sel.

Bentuk Khusus Sel Bakteri

Ada bakteri yang dapat bergera karena memiliki flagela yang berfungsi mendorong bakteri agar bergerak mau. Para ahli sagat takjub dengan adanya flagela “si pendorong sel” yang menyeruai mesin buatan manusia. Flagela tidak hanya menggerakan sel, tetapi juga menerima rangsangan dari luar. Seperti halnya amoeba, bakteri tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu sebelum akhirnya membelah secara biner.

Organisme uniseluler ini berkembang sangat cepat sehingga populasinya menjadi sangat banyak dalam waktu singkat. Ada bakteri yang membelah setiap 20 menit. Hal ini berarti, hanya dalam selang waktu lima jam satu bakteri mampu berkembang menjadi 32.000 bakteri baru. Proses ini sangat nyata pada bakteri penyebab penyakit yang mampu menyebarkan penyakit secara cepat. Seperti halnya organisme lain, bakteri memerlukan lingkungan yang sesuai agar dapat hidup.

Bakteri memerlukan air, suplai makanan dan energi untuk menggerakkan reaksi kimia. Ada pula yang memerlukan cahaya. Sedangkan yang lain memerlukan oksigen. AKhir akhir ini, para ahli menemukan sekelompok organisme ekstremofil yang dapat tetap hidup di lingkungan sangat panas, sangat asam, sangat gelap atau memiliki kandungan oksigen yang sangat tinggi. Sampel es yang diambil dari pegunungan arktik dan samper dari gunung berapi menunjukkan adanya bakteri yang tetap hidup di lingkungan ekstrim. Penemuan ini mengubah pandangan kita tentang kondisi alami bakteri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *