Metode Sterilisasi Pemanasan

Sterilisasi panasSterilisasi, berasal dari kata steril yang berarti bebas dari kehidupan. Sehingga sterilisasi berarti membebaskan satu bahan, alat atau tempat dari organisme hidup yang bersifat tetap. Sterilisasi dapat dilakukan secara kimiawi dan fisika. Sterilisasi secara kimia disebut disinfeksi, sedangkan zat untuk desinfeksi disebut disinfektan, sedangkan disinfektan yang khusus untuk bakteri disebut bakterisid.

Perlu mendapat perhatian kita semua bahwa dalam proses penyiapan satu bahan tertetu untuk melakukan tindakan medis, mungkin sudah steril dan bahkan sudah dianggap tidak membahayakan lagi, tetapi ternyata kadang kadang belum aman karena masih dipengaruhi oleh zat yang merupakan dari produk mikroba tertentu. Sebagai contoh pada saat injeksi cairan ke dalam tubuh penderita. Mungkin cairannya sudah steril tetapi cairan tersebut mungkin dapat menyebabkan demam atau shock dikarenakan adanya pyrogen (endotoxin) yang merupakan derivat dari mikroba.

Berdasarkan pada tujuan dan barang apa yang disterilkan, terdapat 8 macam metode sterilisasi. Sehingga kita kenal cara pemanasan (pembakaran, pemanasan kering, pemanasan basah dan pasteurisasi), cara kimiawi, filtrasi dan sebagainya.

Metode Pemanasan

Sterilisasi dengan cara pemanasan dapat dilakukan dengan cara pembakaran, pemanasan kering, pemanasan basah dan pasteurisasi. Caca cara sterilisasi dengan pemanasan adalah :

  1. Pembakaran
    Cara pembakaran adalah metode sterilisasi yang paling mudah dilakukan dan sangat sederhana. Tetapi hanya terbatas pada alat alat yang tahan api. Misalnya, sterilisasi alat alat ose (yaitu alat untuk menanam bakteri / kuman). Alat ose ini mesti dibakar, di atas api misalnya dengan lampu bunsen supaya tidak menyebabkan kontaminasi pada biakan saat digunakan. Jangan sekali kaliĀ  melakukan metode pembakaran ini ke alat alat yang tidak tahan api misalnya sterilisasi kasur dengan metode pembakaran, kebakar nanti kasurnya.
  2. Pemanasan kering
    Cara pemanasan kering dilakukan dengan menggunakan oven yang suhunya antara 150 – 160 C. Cara ini memerlukan waktu minimal 1 jam. Cocok untuk sterilisasi barang barang yang terbuat dar bahan gelas, alat alat logam, bahan powder, minyak dan sebagainya.
  3. Pemanasan basah
    Pemanasan basah dapat dilakukan dengan cara merebut alat atau bahan yang akan disterilkan. Misalnya alat sutik, atau alat alat lain yang terbuat dari logam. Waktu yang diperlukan untuk sterilisasi kira kira 30 menit setelah mendidik, sedangkan untuk mematikan spora bakteri bisa memerlukan waktu antara 1 sampai 2 jam.
    Selain pemanasan basah dengan merebus, dapat pula dengan cara dikukus, dengan ccara ini alat yang disterlkan tidak langsung terkena air. Cara ain yang masih termasuk pemanasan basah ialah dengan cara penguapan tekanan tinggi, yaitu 2 atmosfer. Akat yang digunakan dinamakan Autoclaf. Alat ini suhunya 120 C dan waktu yang diperlukan selama 4 menit saja.
  4. Cara Pasturisasi
    Tujuan dari pasteurisasi adalah hanya mematikan kumat negatif. Waktu yang diperlukan selama 30 menit. Secara singkat cara pasteurisasi dapat ditengkan sebagai berikut. Dilakukan pada suhu 60 – 70 C, selama 1 jam, sebanyak 3 kali selama 3 hari berturut turut. Pasteurisasi penting di dalam industri makanan. Misalnya mensterilkan susu agar susu tidak rusak dan tidak berubah rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *