Burung Sanma : Morfologi, Habitat dan Pakan

burung sanmaBurung sanma (Galerida gristata) merupakan jenis burung yang mempunyai kekerabatan yang dekat dengan branjangan. Meskipun ukurannya kecil, burung ini cukup lincah dan periang. Oleh karenannya, burung tersebut dikenal dengan sebutan lark, yang artinya burung kecil atau burung periang.

Morfologi Burung Sanma

Burung sanma memiiki jambul di kepalanya yang menjadi ciri khas dari burung asal cina ini. Burung dewasa memiliki ketinggian sekitar 17 cm dengan lebar sayap antara 29 – 38 cm, beratnya antara 37 sampai 55 gram.

Tubuhnya berwarna cokelat dengan ekor pendek berwarna cokelat muda. Secara morfologi, burung sanma jantan dan betina tidak memiliki perbedaan yang nyata. Burung yang berumur lebih muda biasanya memiliki bintik lebih banyak dibandingkan yang lebih tua.

Habitat dan Penyebaran

Di daerah asalnya, burung ini menempati habitat yang sama. Burung sanma menyukai tempat teruka di daerah yang berpasir dan berkarang. Oleh karena kehidupan di habitat aslinya yang panas maka pada pemeliharaannya, burung ini menyukai dijemur.

Pakan

Melihat dari bentuk morfologi paruh burung maka burung ini termasuk burung pemakan biji bijian. Di habitat alaminya, burung ini memakan biji bijian dan serangga. Sementara burung yang didatangkan dari negeri asalnya yaitu Cina, umumnya telah terbiasa dengan voer.

Pada pemeliharaan sanma yang bertujuan untuk menghasilkan suara yang indah tdak cukup setiap hari hanya diberi gabah, tetapi burung tersebut perlu diberi menu yang baik. Pakan yang diberikan dapat berupa campuran canary seed, millet, jewawut dan ketan hitam. Bila perlu burung tersebut juga diberi pakan extrafooding, seperti kroto, ulat bambu, ulat hongkong atau jangkrik clondo. Pemberian ulat, khususnya ulat hongkong, sebaiknya diatur sehingga tidak menimbulkan efek negatif bagi burung. Misalnya ulat hongkong hanya diberikan 2 hari sekali dengan jumlah 3 – 4 setiap pemberian. Hal ini ntuk mencegah bulu rontok. Selain itu, beberapa literatur menyatakan bahwa pemberian ulat yang berlebihan akan mengakibatkan pembesaran hati.

Pemeliharaan

Pemeliharaan burung sanma tidak terlalu sulit. Jenis burung ini cukup bandel, artinya kuat terhadap perubahan lingkungan. Pada dasarnya, emeliharaan burung ini tidak berbeda jauh dengan burung kenari fusan.

Salah satu hal yang membedakan pemeliharaan keduanya adalah pada sangkar sanma perlu dialasi dengan pasir putih. Pasir ini digunakan oleh burung tersebut untuk membersihkan bulu bulunya. Dengan adanya aas pasir ini maka juga akan memudahkan pemelihara dalam membuang kotorannya. Pasir yang akan dimasukkan ke dalam alas sangkar harus dicuci bersih dan dijemur sampai kering. Penggantian pasit dapat dilakukan 7 – 10 hari sekali. Sesekali kaki burung ini juga perlu dibersihkan dari pasir yang menempel sehingga tidak akan menimbulkan bengkak.

Bila pemeliharaan tidak bertujuan untuk menghasilkan burung lomba maka pemeliharaan rutin yang dilakukan sehari hari sudah cukup memadai. Pemeliharaan rutin tersebut mencakup menjaga kebersihan sangkar atau kandang pemeliharaan, pemberian pakan dan air minum yang cukup, mandi dan penjemuran.

Burung sanma termasuk jenis burung yang senang sekali mandi. Untuk itu, perlu disediakan tempat air untuk mandi. Selain dengan menyediakan tempat untuk mandi, untuk memenuhi kebutuhan mandi burung tersebut dapat dilakukan dengan cara disemprot dengan alat semprot (sprayer).

Penjemuran merupakan hal yang sangat disukai burung sanma mengingat burung ini terbiasa hidup di daerah panas. Dengan dilakukan penjemuran ini maka burung sanma akan menjadi aktif bergerak dan berkicau. Selain itu, penemuran sangat penting sekali bagi pertumbuhan dan kesehatan burung. Waktu yang tepat untuk melakukan penjemuran adalah pada pukul 7.00 – 10.00 selama 2 jam setiap hari. Penjemuran yang berlebihan dapat mengakibatkan dehidrasi. Pada beberapa kejadian, penjemuran yang berlebihan pada burung ini dapat mengakibatkan rusaknya pita suara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *