Burung Hwa Mei : Morfologi, Habitat dan Perawatan

Burung hwa meiBurung Hwa Mei (Garrulax canorus) adalah salah satu jenis burung ocehan yang pandai sekali mengoceh. Kepiawaian dalam mendendangkan suaranya menjadikan burung ini cukup mendapat tempat di hati para penggemarnya. Hwa mei berasal dari Cina, Tepatnya dari daerah Huang Co.

Nama Hwa Mei sebenarna berasal dari bahasa Mandarin yang berarti lukisan atau gambar alis mata. Penamaan ini sesuai dengan ciri yang ada pada burung tersebut, yaitu memiliki garis berwarna putih di atas matanya yang berbentuk mirip bulan sabit.

Pada awalnya burung yang lebih dikenal dengan nama wam bie ini dimanfaatkan bukan dari kicauannya, tetapi sebagai burung aduan seperti halnya ayam. Namun, lama kelamaan masyarakat Cina mulai mempertandingkan kemerduan suaranya. Di negaranya cina, burung ini bersama burung kenari fusan begitu digemari masyarakat. Hampir setiap keluarga memelihara burung ini. Di indonesia, meskipun merupakan burung pendatang, penggemar burung ini cukup banyak dan tidak kalah banyaknya dengan penggemar burung lain, seperti cucakrawa.

Morfologi

Dikutip dari cabi.org, Morfologi burung pengicau berukuran sedang ini memiliki panjang 21 – 25 cm dan berat 49 – 75 gram. Memiliki sayap berbenduk bundar dan lebar dan ekor berbentuk kipas.

Di daerah mata bagian atas terdapat warna putih seperti alis berbentuk bulan sabit terbalik. Iris mata berwarna cokelat terang. Kaki berwarna kecokelatan. Secara khusus antara burung jantan dan betina hampir tidak ada perbedaan. Namun, Biasanya burung jantan berbadan lebih besar dan panjang, sedangkan burung betina bertubuh lebih kecil, ramping dan pendek.

Habitat

Burung Hwa mei termasuk burung yang sangat lincah. Di habitat alaminya, burung in hidup di bukit bukit berbatu, hutn hutan bambu, semak belukar dan hutan utan lebat berpohon besar yang berdekatan dengan aliran sungai. Di habitat alaminya pula burung ini dapat ditemukan di daerah hingga ketinggian 4.000 kaki. Daerah penyebarannya terutama di Cina Selatan, Hainan, Taiwn, Annam, Tonkin, Laos dan Hongkong.

Jenis Pakan

Di habitat alaminya burung ini sangat menyukai biji bijian, buah buahan dan serangga. Dalam pemeliharaan di sangkar, hwa mei dapat di beri pakan buatan, seperti Bird Store Muria, Bird Food Ok Super, Krotovit Spesial dan Kroto Voer Jenis serangga yang dapat diberikan misalnya ulat hongkong, ulat bambu, belalang, rayap dan jangkrik. Beberapa pemelihara hwa mei menyatakan bahwa pemberian jangkrik pada burung ini berpengaruh  sangat baik, terutama untuk merangsang kicau burung. Hwa mei yang diberi pakan serangga secara teratur akan lebih cepat dan ingin berkicau. Namun, yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan serangga, khususnya pemberian ulat hongkong, jumahnya harus dibatasi. Dari beberapa kejadian, burung yang diberi pakan ulat hongkong secara berlebihan akan menyebabkan burung tersebut mencret dan bulu bulunya menjadi rontok. Untuk pakan tambahan seperti buah buahan dapat diberikan pepaya atau pisang kepok.

Perawatan Burung Hwa Mei

Secara umum, perawatan hwa mei tidak berbeda dengan burung yang lain. Hal yang perlu diperhatikan pemelihara hwa mei adalah ada pemeliharaan burung di sangkar gantung dan di kandang besar (aviari). Meskipun pada prinsipnya sama, tetapi cara perawatan hwa mei di kedua tempat pemeliharaan tersebut agak berbeda.

Perawatan di sangkar gantung

Perawatan hwa mei di sangkar gantung pada umumnya dilakukan oleh pemelihara yang tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk pembuatan kandang. Untuk merawat burung yang dipelihara pada sangkar gantung sedikit lebih mudah dibandingkan dengan burung yang dipelihara di kandang besar.

Setiap pagi hwa mei yang dipelihara di sangkar gantung di mandikan dengan sprayer. Pada sangkar gantung yang berukuran agak besar dapat disediakan tempat untuk mandi. Pada cara ini, burung dapat mandi sepuasnya. Setelah dimandikan, hwa mei dijemur selama 1 – 2 jam. Penjemuran yang baik dilakukan antara pukul 7.00 – 10.00. Penjemuran ini bermanfaat sangat baik untuk proses pertumbuhan burung, terutama untuk burung yang masih muda. Selain itu, penjemuran ini bermanfaat untuk proses penghangatan tubuh setelah mandi sehgga burung tidak mudah sakit.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian dalam perawatan hwa mei yang di pelihara di sangkar gantung adalah kebersihan pakan. Pakan harus selalu dikontrol, jika ada yang sudah berjamur harus segera di ganti. Selain itu, air minum harus diganti setiap hari. Untuk pemberian serangga dibuat jadwal antara pemberian ulat hongkong, ulat bambu dan jangkrik.

Perawatan di kandang besar (aviari)

Perawatan burung hwa mei yang dipelihara di kandang aviari memerlukan perhatian dan tenaga yang lebih banyak di bandingkan yang di elihara di sangkar gantung. Keuntungan memelihara di kandang besar adalah kemungkinan burung untuk berkembang biak. Untuk itu, pemilik harus benar benar memperhatikan kebutuhan burung yang dipelihara, seperti menyediakan bahan sarang, sarang untuk pancingan, tengeran dan tempat pakan dan air minum. Untuk pakan dapat disediakan berbgai jenis pakan burung ocehan yang banyak dijual di pasar burung atau di tempat yang khusus menjual berbagai keperluan burung.

Sama seperti pemeliharaan di sangkar gantung, pakan dan air minum harus diganti setiap hari. Kebersihan lantai kandang harus selalu dijaga. Untuk itu, pembuatan saluran pembuangan harus direncanakan secara benar. Oleh karena di aam bebas burung ini senang sekali mandi maka pembuata bak untuk mandi perlu diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *